Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

Sunday, May 31, 2015

Sejarah Liga Champions UEFA

Sejarah Liga Champions UEFA - Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki "The Big Ears" (Telinga Besar),dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs' Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.

Logo Liga Champions di Baju Pemenang

Khusus bagi tim yang pernah juara Liga Champions minimal 5 kali tidak berturut-turut atau 3 kali berturut-turut, di lengan baju kiri akan terdapat logo Liga Champions dan tertulis jumlah piala yang dikoleksi. Seperi Ajax misalnya, karena juara pada tahun 1971, 1972 dan 1973 di lengan baju kiri terdapat logo Liga Champions disertai dengan jumlah piala yang didapat.

Tim yang mengenakan logo Champion di lengan yaitu: Real Madrid (juara 9 kali), AC Milan (juara 7 kali), Liverpool (juara 5 kali), Bayer Muenchen (juara 74, 75 dan 76) dan Ajax (juara 71, 72, dan 73)

Dalam 19 musim terakhir, hanya ada satu tim yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions (saat itu format dan namanya masih Piala Champions) selama dua musim berturut-turut, yaitu AC Milan yang kala itu masih berpredikat The Dream Team. Namun, setelah diubah formatnya menjadi Liga Champion, belum ada satu timpun yang berhasil mempertahankan gelar juaranya. Milan dan Juventus adalah tim dalam 15 musim terakhir yang berhasil meraih final secara 3 kali berturut-turut. Milan (1993, 1994 (Juara), dan 1995) dan Juventus(1996(Juara), 1997, dan 1998).

Pada akhir musim 2004/05 terjadi masalah. Liverpool yang juara Liga Champions pada musim itu berhak lolos langsung ke babak penyisihan musim depan, namun Liverpool di liga domestik ada di peringkat lima. Everton yang merupakan peringkat 4 mengajukan protes, sehingga Liverpool dan Everton tetap ikut Liga Champions musim depan (Everton lewat kualifikasi) dan Inggris pun punya lima tim ke Liga Champions (terbanyak dalam satu negara).

Kualifikasi Liga Champion

Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini

Demikian penjelasan tentang Sejarah Liga Champions UEFA semoga menjadi pengetahuan bagi pembaca

Monday, September 8, 2014

Yaman Pasang Target Besar di Laga Uji Coba Kontra Indonesia


Yaman Pasang Target Besar di Laga Uji Coba Kontra Indonesia - Timnas Yaman memasang target besar bisa mendongkrak level permainan saat menghadapi Indonesia di pertandingan uji coba, Selasa (9/9/2014) besok di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. 

Perjalanan jauh dari Yaman menuju Indonesia, menurut dia tidak sebanding dengan pengalaman dan pembelajaran yang bakal di dapat tim.
Pelatih Yaman, Miroslav Soukup mengungkapkan telah mempersiapkan tim sejak Ramadan guna menghadapi pertandingan uji coba kontra Indonesia. Sebelum menghadapi Tim Merah Putih, Yaman lebih dulu transit di Malaysia. Soukup membawa 25 pemain ke Indonesia.

"Tim sudah mempersiapkan pertandingan ini jauh hari saat Ramadan. Indonesia jelas menjadi lawan sulit buat kami. Saya ingin pertandingan ini nantinya bisa meningkatkan level permainan tim," kata Soukup.

Sebagai persiapan melawan Tim Merah Putih, pelatih asal Republik Ceko itu telah mempelajari permainan tim besutan Alferd Riedl itu melalui video pertandingan melawan Irak dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Asia 2015. Dari hasil analisa, Tim Garuda memiliki kekuatan di sektor pertahanan dan lini depan.

"Saya melihat video pertandingan Indonesia dua kali lawan Irak dan Arab Saudi. Mereka punya penjaga gawang  serta dua penyerang yang berbahaya. Indonesia juga memiliki keuntungan bertindak sebagai tuan rumah. Di atas kertas, mereka bisa diunggulkan di pertandingan besok," sambungnya.
Laga uji coba melawan Cristian Gonzales dan kawan-kawan menjadi ajang untuk mengukur kekuatan tim jelang Turnamen Gulf Cup pada 2014. Yaman satu grup dengan Arab Saudi, Qatar dan Bahrain. Dengan deretan pemain muda yang menghuni tim, dia memasang target pertandingan lawan Indonesia bisa mematangkan pemain.
"Di antara mereka bahkan belum pernah bertanding di laga internasional. Kami sudah konsentrasi membangun tim senior, sampai saat ini kami pun belum mempersiapkan tim untuk Kualifikasi Olimpiade."

Friday, August 15, 2014

Bale dan Pepe cidera, diragukan kontra Atleti



Bale dan Pepe cedera. (c) AFP

Bale dan Pepe cidera, diragukan kontra Atleti - Persiapan Real Madrid untuk menjalani laga Supercopa de Espana melawan Atletico Madrid mengalami masalah ringan. Gareth Bale dan Pepe dikabarkan mengalami cedera ringan dalam sesi latihan.

Madrid sebenarnya masih akan menjalani partai ujicoba terakhir menghadapi Fiorentina pada akhir pekan ini. Namun persiapan Madriddiganggu cedera lagi.

Gareth Bale mengalami cedera dalam sesi latihan pagi, menjelang latihan dengan menggunakan bola. Bale harus meninggalkan rekan-rekannya dan berlatih secara terpisah dengan pelatih fitnes Madrid. Bale lalu menuju gym.

Bek asal Portugal Pepe juga mengalami masalah. Pepe bahkan tidak nampak sama sekali dalam sesi latihan Madrid pada hari Jumat.

AS melansir bahwa Bale dan Pepe masih diragukan untuk tampil kontra Atletico Madrid pada hari Selasa nanti.

Demikian info Bale dan Pepe cidera, diragukan kontra Atleti semoga bermanfaat

Lorenzo: Marquez paling sulit dikalahkan


Marc Marquez dan Jorge Lorenzo (c) 

Lorenzo: Marquez paling sulit dikalahkan - Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzo mengaku bahwa Marc Marquez merupakan pebalap yang paling sulit dikalahkan di antara semua rivalnya.

Sejak turun di MotoGP pada tahun 2008, Lorenzo memiliki tiga lawan berat, yakni Casey Stoner, Dani Pedrosa dan rekan setimnya sendiri, Valentino Rossi.

"Saya punya kesempatan melawan Casey, Dani dan Vale. Saya rasa Marc, dengan motornya saat ini, bahkan lebih sulit dikalahkan," ujarnya kepada Crash.net.

Meski begitu, Lorenzo merasa beruntung memiliki rival seperti Marquez. "Persaingan kami sangat istimewa dan membuat saya termotivasi. Saya akan melakukan yang terbaik untuk mengalahkannya," tutup Por Fuera. (cn/kny)

Demikian info Lorenzo: Marquez paling sulit dikalahkan semoga bermanfaat

Pelatih Baru Argentina Buka Peluang Panggil Tevez


Gerardo Martino (REUTERS/Albert Gea)
Pelatih Baru Argentina Buka Peluang Panggil Tevez - Sempat ditinggalkan pelatih Alejandro Sabella,  Carlos Tevez kemungkinan kembali ke Timnas Argentina. Isyarat itu disampaikan arsitek anyar Tim Tango, Gerardo "Tata" Martino.
Tevez dicoret dari skuat Argentina karena berselisih dengan Sabella. Pemain Juventus itu tidak memperkuat Argentina sejak 2011. Ketika itu, Tevez tampil memperkuat Argentina melawan Alabania pada 20 Juni 2011.  Gelar Scudetto bersama Juventus dimusim 2013-14 tidak  menggoyahkan pendirian Sabella memanggil "El Apache".
Kini setelah Sabella mengundurkan diri dari kursi pelatih Argentina, Martino yang baru ditunjuk sebagai arsitek baru Argentina membuka peluang kembali memanggil Tevez ke dalam skuat. "Pintu selalu terbuka untuk semua pemain Argentina," kata mantan pelatih Barcelona ini dilansir dari
Sporting Life.


"Tevez-Sabella? Keputusan dia (Sabella) tidak memanggilnya murni karena alasan sepakbola. Saya kira, tidak ada pelatih yang menutup pintu bagi pemain Argentina memperkuat timnas," sambung eks-pelatih Timnas Paraguay ini.
Tugas pertama Martino adalah Copa America 2015.  Setelah itu, membawa Tim Tango lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Sepanjang karier di Timnas Argentina, Tevez mengantongi 64 caps dengan mengantongi 13 gol dari 2004 hingga 2011.

Demikian info Pelatih Baru Argentina Buka Peluang Panggil Tevez semoga bermanfaat